mg2
 NEWS   REVIEW   DATABASE       INDONESIA 
Enewsletter 15 Jan ...
 
Enter your email below:
 
Unsubscribe
Judul          :  Menjelajahi Pesona Wisata di Sumatera Selatan Pengarang  :  Rudolf W. Matindas dan Budiman Tebal ...
PT DuPont International, perusahaan pestisida terkemuka asal Wilmington Amerika Serikat, menunjuk Indonesia sebagai basis produksi pestisida untuk pasar Asia Tenggara. Berbagai pestisida pertanian ...
visited : 73916
 
University
01 Februari 2008
Biji Buah Nyamplung Bahan Baku Alternatif Minyak Tanah
Semakin menipisnya cadangan minyak dari bahan bakar fosil memang mengkhawatirkan banyak pihak.Paling tidak, naiknya harga minyak mentah dunia, USD99 per barel pekan lalu,sebagai salah satu bukti. Demi menemukan sumber bahan bakar alternatif,seluruh negara di dunia mulai berlomba-lomba mengembangkannya.Salah satunya karya penelitian siswa SMAN 6 Yogyakarta Aditya Prabhaswara dan Fathur Rahman, yang tidak ada salahnya jika menjadi salah satu solusi.
 
Biji buah nyamplung yang sering dianggap tidak berguna,ternyata bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku alternatif minyak tanah. Pengolahannya pun sederhana. Ketahanan pembakarannya dua kali lipat lebih lama dibandingkan minyak tanah dari bahan bakar fosil.
 
"Kami mengamati bahwa buah nyamplung selama ini tidak pernah dimanfaatkan. Berdasarkan pengamatan fisik, buah nyamplung yang sudah tua dan jatuh dari pohon memiliki kandungan minyak," paparnya seperti dikutip dari Harian Sindo.
 
Dugaan itu semakin tampak jelas ketika buah nyamplung disulut api. Buah itu tidak segera habis, tapi dapat mempertahankan nyala api dalam waktu cukup lama. Hal itu kemungkinan karena ada kandungan minyak di dalam biji buah.
 
Fathur Rahman dan rekannya mulai melakukan penelitian tentang manfaat nyamplung tersebut sejak Agustus hingga Oktober 2007 di beberapa wilayah Yogyakarta. Beberapa peralatan yang mereka gunakan dalam penelitian itu, yakni kompor, palu, blender, kain,gelas ukur 200 ml,neraca 3 lengan, biji nyamplung 1,5 kilogram, air,alkohol 96%, alat pres, alat destilasi, serta penggorengan tanah liat dan kayu. Cara pengolahan dalam penelitian itu,yakni biji nyamplung dikeluarkan dari cangkangnya dengan bantuan palu,kemudian disangrai. Hal itu bisa juga dilakukan dengan bantuan oven.
 
Sebab, tujuannya hanya untuk menguapkan kandungan air dalam biji buah tersebut. Kemudian,biji buah didinginkan dan dihancurkan dengan blender khusus biji-bijian. Lalu, biji yang sudah hancur itu dipres menggunakan mesin pres dan diambil minyaknya. ’’Ini tahap pertama minyak bisa dihasilkan. Setelah itu, ampasnya masih bisa diolah lagi. Ampas yang terakhir bisa dibuat menjadi briket arang.Sebab,kami memang menginginkan zero waste,’’ papar Fathur. Ampas tersebut bisa dimanfaatkan kembali dengan dicampur alkohol 96%, kemudian dibungkus kain dan diperas kembali. Itu bisa menghasilkan minyak nyamplung dan alkohol 96%, kemudian dilakukan destilasi.
 
Untuk satu kali pengolahan, mereka bisa mendapatkan dua bagian minyak nyamplung, satu bagian alkohol 96% dan satu bagian ampas nyamplung. Fathur menyatakan, setelah itu dilakukanlah uji perbandingan daya bakar antara minyak biji nyamplung dengan minyak tanah. Minyak biji nyamplung itu bisa memiliki daya bahan bakar selama 11,8 menit, sedangkan minyak tanah 5,6 menit dengan takaran 1 mililiter (ml) minyak biji nyamplung dan minyak tanah. Itu menunjukkan bahwa minyak biji nyamplung memiliki daya bakar dua kali lebih lama dibandingkan minyak tanah.
 
Sementara itu, saat uji coba untuk mendidihkan air, ternyata minyak tanah yang dibutuhkan 0,9 ml, sedangkan minyak biji nyamplung hanya 0,4 ml. Namun, Fathur menjelaskan, kelemahan dari minyak biji nyamplung adalah kapilaritasnya yang tidak sebagus minyak tanah. Karena itulah dibutuhkan kompor yang lebih rendah dengan sumbu lebih pendek dibandingkan kompor biasa. Meski demikian, kualitas pembakaran dan nyala api tidak diragukan lagi kemampuannya.
 
"Untuk minyak nyamplung, desain kompornya harus lebih rendah.Kami juga sudah menyiapkan kompor,mesin pres,dan lain-lain," tandasnya. Karya Fathur Rahman dan rekannya ini memperoleh juara I dalam lomba karya tulis tingkat SMA 2007,Wisata Iptek dan Temu Pakar, yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi.
 
Buah pohon nyamplung atau bintangur bahasa latinnya Calophyllum inophyllum selama ini memang belum dimanfaatkan. Biasanya, yang dimanfaatkan adalah kayunya untuk kebutuhan konstruksi, furnitur,pembuatan lemari,kapal, alat musik, dan lain-lain. Bahkan, getah dari kulit kayunya yang telah dipipihkan konon bisa dijadikan obat. Distribusi pohon yang memiliki nama lokal cempaka hutan kasar (Sulawesi) ini tersebar luas di Indonesia,mulai Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur. Selain itu, pohon tersebut juga ditemui di wilayah Malaysia, Filipina, Thailand,dan Papua Nugini.**
Page : 1 2 3 4

Jan 31, 2008 - Pil KB Turunkan Risiko Kanker Rahim
Tim peneliti di Inggris memaparkan, pil pengontrol kelahiran atau keluarga berencana (KB) mampu melindungi wanita dari risiko kanker rahim selama 30 t...

Jan 30, 2008 - ITS Resmikan NasDEC
Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) memiliki National Ship Design and Engineering Center (NasDEC) atau Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional....

Jan 22, 2008 - Subsidi BBM Diusulkan Dialihkan ke Subsidi Pangan
Pengamat ekonomi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI) mengusulkan adanya pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak...

Jan 22, 2008 - Radiasi Ponsel Sebabkan Gangguan Tidur
Sebuah studi menyatakan radiasi ponsel bisa menyebabkan gangguan tidur atau insomsia dan sakit kepala. Tidur tak nyenyak membuat kemampuan tubuh mempe...

Jan 21, 2008 - IPB Terkendala Dana Riset
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Herry Suhardiyanto, MSc dalam diskusi di Kampus IPB, Darmaga, Bogor, belum lama ini mengungkapkan pihakny...

Jan 09, 2008 - Anggaran PTN Untuk Penelitian Kurang
Dalam peraturan biaya satuan pendidikan tinggi (BSPT), Perguruan TInggi (PTN) seharusnya menganggarkan 9,6 persen dari total anggaran operasionalnya u...

Dec 20, 2007 - Untar Perkenalkan Komputer Pendeteksi Penyakit
Universitas Tarumanagara belum lama ini memperkenalkan karya terbarunya berupa komputer pendeteksi berbagai penyakit. Mulai dari penyakit ringan seper...

Dec 13, 2007 - Teh Hijau Obat Antikanker Payudara
Tim Ilmuwan yang dipimpin Radha Maheshwari, Profesor Patologi dari Departemen Ilmu Kesehatan Uniformed Services University (USU) dan seorang sarjana R...

Dec 11, 2007 - Teh Bantu Kembalikan Sel kulit Pasien Kanker
Para peneliti dari Universitas California of Los Angeles (UCLA) menyimpulkan bahwa ekstrak teh efektif untuk mengobati pasien yang menderita kerusakan...

Dec 11, 2007 - Unsyiah Banda Aceh Kembangkan Pusat Studi Tsunami
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, mengembangkan pusat studi tsunami dan mitigasi bencana bekerja sama dengan Universitas Kobe,...

iklan_space
 
Dr Sulaeman Yusuf
Selain menyadari bahwa Indonesia sangat kaya akan kayu tropis dan kemungkinan devisa yang dihasilkannya, ahli pakar kayu ini juga sangat mengetahui...
read more   
Menyoal Pertanggungjawaban Kerugian Nuklir
By: Amil Mardha,Drs, M.Eng
    Saat ini pemerintah Indonesia sedang giat melakukan promosi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang direncanakan ...
Menemukan perangkat elektronik portable kini sudah bukan hal sulit. Trennya, produk ini punya fungsi sampingan untuk akselerasi penampilan. Terutama untuk aksesori. Para peneliti di University of ...
Perusahaan  otomotif Tata Motors India jeli memanfatkan momentum yang tepat. Saat harga minyak dunia meninggi mencapai 100 dolar AS per barel, perusahaan ini meluncurkan mobil ramah lingkungan ...
Stephan Soder, seorang atlet skating asal Jerman, belum lama ini berhasil menciptakan sebuah kendaraan praktis ramah lingkungan. Kendaraan yang menggunakan mesin ukuran mini berbahan bakar bensin itu ...