Mappitek
 NEWS   REVIEW   DATABASE       INDONESIA 
Untuk selengkapnya silakan klik E-Newsletter ...
 
Enter your email below:
 
Unsubscribe
Judul             :  Knowledge and Innovation, Platform Kekuatan Daya Saing Penulis   ...
Produsen ponsel terkemuka asal Finlandia, Nokia, kembali membuat gebrakan baru. Mereka dalam waktu dekat akan merilis seri terbaru, yaitu Nokia N900. Begitu canggihnya produk ini, sehingga ...
visited : 415707
 
News
Choose Catgeory :
04 Juni 2010
Mengintip Rafflesia Patma Di Kebun Raya Bogor
Jakarta : Rafflesia patma  kembali mengundang perhatian pengunjung Kebun Raya Bogor. Bunga raksasa berwarna merah marun muda dengan bercak-bercak krem ini , mekar sempurna sejak Rabu (2/6).
Menikmati kecantikan bunga ini agak sulit , karena tidak dapat ditentukan kapan akan mekar kembali, dan biasanya masa mekar bunga hanya akan berlangsung sekitar 4 hari saja, dan  kemudian layu.
Tanaman yang konon mempesona Sir Stamford Raffles dan Dr. Joseph Arnold  (penemu Rafflesia arnoldi  di belantara Sumatra 1818) ini juga tak bisa tumbuh di sembarang tempat. Tumbuhan ini hanya ditemukan di tempat-tempat sangat spesifik  yang menjadi habitatnya.  “Pohon ini hidup sebagai benalu alias parasit dan masih belum ditemukan cara untuk membudidayakannya,” ujar Sofi Mursidawati MSc, Peneliti Kebun Raya Bogor di Jakarta, Jumat.
Ditinjau dari garis evolusinya,  dalam dunia tumbuhan  Rafflesia dikenal sebagai salah satu tumbuhan paling modern karena memiliki strategi bertahan hidup  yang canggih dan efisien. Organ-organ vegetatif yang penting  seperti daun dan akar tidak dimiliki, namun tubuhnya  hanya berupa  bunga yang berfungsi sebagai organ reproduksi penerus keturunannya. Cara hidup parasit ditempuhnya sebagai efisiensi dan kompensasi dari ketiadaan daun dan akar yang layaknya dimiliki tumbuhan lain.
Sebagai parasit sejati  Rafflesia sama sekali tidak mempunyai  klorofil atau butir hijau daun. Akibatnya ia tidak mampu melakukan proses fotosintesis dan seratus persen menggantungkan seluruh hidupnya pada pohon inang.
Karena Rafflesia hidup dan berbiak didalam batang atau akar pohon inang, maka tanaman ini muncul sewaktu-waktu dari bagian dalam tumbuhan inang sehingga  ia dikenal juga sebagai tumbuhan endoparasit (endo = di dalam).
Tanaman inang yang ditumpanginya adalah Tetrastigma spp, yaitu sejenis tumbuhan pemanjat yang masih berkerabat dengan anggur.  “Rafflesia harus pandai-pandai menjaga diri agar tidak menyebabkan inangnya mati karena inanglah yang menjadi tempatnya makan dan berbiak,” ujar Sofi.  Keseimbangan dengan inangnya dijaga dengan melakukan pembatasan jumlah populasinya agar tidak sampai mematikan pohon inang. Rafflesia akan mengurangi jumlahnya sendiri jika terlalu banyak.  “Kepandaian Rafflesia menjaga keseimbangan ini diduga menjadi strategi hidup sekaligus  penyebab kelangkaannya. Evolusi Rafflesia bersama  inangnya sudah berjalan sejak ribuan tahun silam,” ujarnya.
Sofi menambahkan Rafflesia memiliki hubungan yang  erat dengan habitatnya sehingga kehidupannya sukar untuk dimanipulasi. “Ia akan tergantung pada ekosistemnya  mulai dari pohon inang, serangga penyerbuk, penyebar biji hingga iklim mikro dan makro habitatnya yang sangat spesifik,” ujarnya.

Sejak 2004,  bunga Rafflesia Patma  berada di Kebun Raya Bogor. Menurut Sofi keberhasilan Kebun raya Bogor dalam memindahkan R. patma kali ini baru merupakan langkah awal dari sebuah pekerjaan besar untuk membuat sebuah populasi Rafflesia yang hidup di luar habitatnya. “Sebagian  kehidupan biologisnya masih menjadi misteri bagi para ahli konservasi tumbuhan. Regenerasi, konservasi dan budidaya tumbuhan endemik ini bukanlah sesuatu yang mustahil tetapi sebuah tantangan yang menakjubkan untuk ditelaah secara lebih mendalam,” ujarnya. (Lea)

Page : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180

Menristek: SINas Iptek Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Jun 14, 2010
Menristek Suharna Surapranata menegaskan bahwa pembentukan Sistem Inovasi Nasional (SINas) tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk itu, perlu segera dibangun SINas yang berbasis pada Sistem Nasional Ipte...

Buka Keterisolasian, Dibutuhkan Lebih Banyak Transponder
Jun 10, 2010
Sebagai negara kepulauan, teknologi satelit yang memiliki coverage yang luas merupakan teknologi yang pas untuk Indonesia, khususnya...

Dikembangkan Sistem Informasi Penyebaran Hama Padi
Jun 09, 2010
Selain mengembangkan Sistem Informasi Hujan dan Genangan berbasis Keruangan (Sijampang), Nusantara Earth Observation Network (NEOnet) BPPT juga memanfaatkan data  curah hujan dari radar cuaca Dop...

2009 KAN Beri Akreditasi Pada 663 Lembaga
Jun 08, 2010
Jakarta : Hingga akhir tahun 2009, Komite Akreditasi Nasional (KAN) telah memberikan akreditasi pada sekitar 663 lembaga, yaitu 440 laboratorium penguji, 112 laboratorium kalibrasi, 19 lembaga in...

Akses Informasi Hujan dan Genangan Lewat Sijampang
Jun 08, 2010
Jakarta : Nusantara Earth Observation Network (NEOnet) BPPT hari ini meluncurkan Sijampang atau Sistem Informasi Hujan dan Genangan Berbasis Keruangan. Sistem informasi ini bersifat near real time ...

Mengintip Rafflesia Patma Di Kebun Raya Bogor
Jun 04, 2010
Jakarta : Rafflesia patma  kembali mengundang perhatian pengunjung Kebun Raya Bogor. Bunga raksasa berwarna merah marun muda dengan bercak-bercak krem ini , mekar sempurna sejak Rabu (2/6). Men...

Puncak Aktivitas Matahari Terjadi 2014
Jun 03, 2010
Jakarta : Kalangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memperkirakan puncak aktivitas matahari diperkirakan akan terjadi 2014. “ Puncak aktivitas matahari yang sebelumnya diperk...

Penelitian Kopepoda Masih Terbatas
May 31, 2010
Jakarta : Penelitian Kopepoda hingga saat ini masih sangat terbatas. Padahal, plankton yang mendominasi 70-90 persen dari biomassa zooplankton di lautan ini, turut menentukan tingkat k...

Laut Banda Mengalami Kenaikan Suhu Tinggi
May 27, 2010
Jakarta : Laut Banda diidentifikasi sebagai zona wilayah perairan yang terkena dampak kenaikan suhu muka laut ketiga tertinggi setelah S. Pasifik Barat dan L. Arafuru. Dampak kenaikan suhu muka laut...

Stroke Intai Usia Produktif
May 26, 2010
Jakarta : Saat ini terjadi kecenderungan meningkatnya usia  produktif  (dibawah 40 tahun) menderita stroke. Hal itu ditengarai  karena factor gaya hidup yang tidak sehat...

iklan_space
 
Dr. Alida R. Harahap, Sp.PK, Ph.D
Dari beberapa peneliti senior di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Alida termasuk diantaranya. Ia telah bergabung di lembaga ini  sejak  tahun 1993.  Ia banyak melakukan penelitian...
read more   
Bioproses dan Teknologi Pembuatan Bioetanol
By: Siti Nurul Aisyah dan Kiky Corneliasari Sembiring
Bioetanol atau etil alkohol adalah alkohol yang dibuat dari bahan baku yang bersifat dapat diperbarui. Bioetanol biasanya diproduksi secara fermentasi dari bahan yang mengandung glukosa atau polimer ...
Nokia memperkenalkan tiga ponsel messaging terbarunya. Dengan harga lebih murah dibanding BlackBerry, tiga ponsel terbaru ini diharapkan dapat menandingi dominasi ponsel keluaran Research in Motion ...
New York :  Meski peluncuran komputer tablet iPad penuh gegap gempita, tapi antrian pembelian peranti itu tak seperti yang diperkirakan. Piper Jaffray, salah seorang analis Apple, memperkirakan ...
Jakarta : Nanya meluncurkan modul Elixir DDR3 1333 SO-DIMM 2 GB dengan penyerap panas. Produk ini ditujukan bagi para konsumen dan gamer yang ingin menghemat konsumsi daya. Saat ini, semakin banyak ...